Sejenak

WhatsApp Image 2017-08-29 at 18.19.51
Dibawah pohon Pinus, Ranu Segaran

Kali ini aku akan pulang
Sebentar lagi
Tidak akan hilang
Atau menghilang seperti lebaran Idul Adha sebelum ini
Tidak akan tidak bisa dihubungi,
Misalnya karena aku pergi ke hutan dan kehilangan sinyal selama tiga hari

Kali ini aku akan pulang
Tidak kemana – mana
Duduk di rumah menunggu perintah

Tidak akan kubawa sepatu ataupun sendal gunung
Biar aku tidak berkelana ke Lawu
Tidak akan kubawa tas gunung
Biar aku tidak akan mau di ajak ke Lawu
Ah, tas kecil saja
Aku takut semakin berat pundakku

Bye bye Lawu, kamu hanyalah angan-angan semu
Mungkin aku tidak akan pernah main ke puncakmu
Karena untukmu, aku belum (atau tidak akan?) pernah mendapat restu

Kali ini aku akan pulang,
Bercengkrama denganmu Mak
Sambil merajut, menanam bunga atau duduk diam di beranda
Mendengarkan segala ceritamu
Dan belajar menjadi palang pintu
Kita akan habiskan istirahat siang di beranda rumah
Bercerita tentang apa saja, asalkan selain nikah. Hahaha

Dan aku akan siap mengantar kemana saja Mak mau
Ke pasar membeli tahu
Ke sawah memanen kacang atau ke pondok di hari minggu
Kalau malam tiba akan kugantikan rutinitasmu
Memijat Bapak, mengunci pintu dan mematikan lampu

Satu yang aku masih sulit untuk istiqomah, menjadi manusia pagi, sepagi dirimu.

75 thoughts on “Sejenak

  1. Satu yang masih sulit aku istiqomah, menjadi manusia pagi, sepagi dirimu 😒 kayaknya memang sulit menjadi seeprti apa yg Ibu lakukan 😿 Ibu ; terbaik❀

    Liked by 1 person

      1. Harusnya seneng loh ditanyain gitu, siapa tau entar disiapin calonnya πŸ™‚
        Aku aja pasrah, jika umur 25 belum dapet pasangan, aku terima siapapun yang disiapin orang tua πŸ™‚

        Liked by 1 person

      1. Iming2 jaman udah canggih bisa via tlf, tpi ttp saja kerinduan kepada kampung halaman 😭

        Masi alhamdulillah bpk πŸ™‚

        Liked by 1 person

      2. Semoga suatu saat bisa mudik Mas. Pertemuan memang ga bsa digantikan dengan apapun. Video call sekalipun.

        Semoga bapak sehat selalu πŸ™‚

        Like

  2. Jangan bercengkrama dengan makmu. Tapi bercengk(e)ramalah bersamaku.

    Juga tidak perlu kau beristiqamah menjadi manusia pagi sepagi makmu. Isti(k)amahkan saja setiap malammu dalam kebahagiaan.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s