Gambar

Dia berikan selembar kertas putih
Kau memegang penghapus
Aku memegang pensil

Kau pinta aku menggambar garis lurus
Aku gambar garis lurus dua, sejajar dan memanjang
Kau tak suka, kau hapus, kertas kembali putih
Kau pinta aku menggambar garis lengkung
Aku gambarkan tujuh garis lengkung, seperti lengkungnya pelangi
Kau tak suka, kau hapus, kertas mulai berbekas
Kau pinta aku menggambar lingkaran
Aku gambarkan lingkaran dengan diameter besar
Katamu harusnya kecil
Kau tak suka, kau hapus

Begitu berulang kali
Hingga kertas menjadi lusuh
Kau lelah
Aku lelah
Kau buang penghapus
Kau patahkan pensil
Kau beri aku bolpoin

“Sekarang tulislah, nak ! ”

Engkau tersenyum
Aku tersenyum
Kita berdamai.

41 thoughts on “Gambar

      1. hihihi…kangen juga sm mbak ikha^^

        lg sibuk mbak ikha (sok kali)….^^soalnya banyak tugas yg belum selesai. Belum lengkapi catatanlah, tugas kelompoklah..banyak..hihihiih

        Liked by 1 person

  1. Bagus banget Mba…
    Gue coba lanjutin puisinya Mba…
    -*-
    Sayangnya berdamai itu hanya dalam pikirku
    Saat kumulai menulis
    Dia langsung hapus pakai tip eks
    –udah.

    Liked by 1 person

    1. Bang, terima kasih sudah dilanjutkan.

      Aku tambahi satu baris juga ah,

      ***

      Dan jadilah kita dua orang yang saling berdiam diri memandangi peralatan yang berserakan.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s