Langit

wp-image--604122064

Aku ingin mengekalkan jingganya langit, menyukai warna indahnya itu sendirian. Kemudian menyimpannya di saku bajuku. Tapi mana bisa aku egois. Malam akan segera turun dan lebih dulu memeluk erat jingga dengan jubah hitamnya, bahkan sebelum aku selesai mengabadikannya dalam lukisan. Dan tinggallah aku yang terpaku di bawahnya. Melihat orang menyalakan lampu, menikmati malam.

Aku ingin mengekalkan gelapnya langit malam, kumiliki seutuhnya dan tidak membiarkan terang lekas datang. Tapi, mana bisa aku egois, pagi akan segera datang, matahari akan segera terbit. Terang akan membuat separuhku melihat birunya langit. Lagi-lagi aku kehilangan langit dengan gelapnya.

Aku ingin mengekalkan birunya langit. Melihatnya cerah seperti warna birunya samudraku. Jadi, mana yang lebih biru, langit atau samudra? Sama kan, sama-sama birunya. Lagi-lagi, aku dihempaskan pada kenyataan bahwa mendung kapan saja bisa datang. Memulai perang dan hujan turun dengan derasnya.

Langit menangis. Membanjiriku dengan air matanya. Badanku basah, air matanya mengalir, menembus pori-pori di kerakku. Hari ini, aku bumi yang basah oleh tangisan langit. Sungaiku mengalir, bermuara ke lautan.

“Puaskan tangismu, aku sediakan lautan, aku sediakan samudra untuk menampung air matamu”, bisikku padanya, pada air matanya.

Dia menangis sedari siang hingga gelap datang, hingga matahari esok menjenguknya lagi. Kali ini hanya matahari yang mampu membuatnya diam. Dan aku sadar tanpa matahari tidak ada jingga, tidak ada birunya langit, tidak ada cantiknya pelangi yang melengkung manis di ujung tangisnya. Tidak ada.

Hari ini, aku bumi yang masih mencintai langit. Dengan segala rupanya yang tak pernah bisa aku kekalkan. Jingga, biru, gelap dan tangisnya.

Kepada langit malam ini, yang memberiku pemandangan bintang dan terangnya bulan. Terima kasih sudah melindungiku selama ini. Dan selamanya.

***

Terinspirasi dari langit jingga sore ini yang tampak dari jendela Musala.

36 thoughts on “Langit

    1. Dika jangan sedih. Hehe.
      Sini kubisiki satu pelajarannya : bahwa menyukai suatu hal itu tidak bisa menjadi selalu seperti maunya kita. Ada kurang dan lebihnya yang harus kita terima.

      Liked by 1 person

  1. Senja memang selalu dirindukan keberadaannya.
    Tapi entahlah, dia hanya lewat sebentar. Padahal warna jingga keorenannya selalu ayang ayangkan.
    Dan dia akan hilang setelah bedug dibunyikan dan adzan dikumandangkan πŸ˜‚.

    Liked by 1 person

  2. Jingga… Ketika merapi merbabu menjadi tempat peraduan sang mentari, sedangkan putih adalah ketika lawu membangunkan sang surya dari tidurnya agar tidak terlena dari buaian angin malam yang gulita…

    Liked by 1 person

    1. Ah, Surakarta punyaa. 😍

      Saya pernah lihat putihnya langit ini ketika di puncak Merbabu Kang. Menyembul dari dekat Lawu. Subuhan di atas, terus melihat sang surya bangun.

      Like

      1. Saya malah belum pernah lihat mbak, paling tinggi saya cuma sampai ketep pass, itupun di sore hari pas curah hujan tinggi tingginya, jadi negeri di dalam awan, karena kanan kiri depan belakang atas semuanya kabut…

        Liked by 1 person

      2. Ketep pass, pernah baca ditulisannya Kang Nur.
        Negeri di dalam awan. Jadi kayak terkurung, padahal dr Ketep Pass kalau cerah bagus pastinya ya Kang 😒

        Like

      3. Kalau cerah menjadi negeri di atas awan, di pelataran panca arga kita bisa melihat πŸ‘€ lima gunung, merapi, merbabu, sindoro, sumbing, dan slamet, juga bulkit-bukit kecil di sekelilingnya

        Liked by 1 person

      4. Ini menarik buat dikunjungi. Berarti mungkin pas musim2 kemarau gitu ya Kang, pasti banyak cerahnya. Dan bisa liat pemandangan dengan jelas.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s