Butuh yang Hijau-hijau

Kecamatan Karangjati sedang bersuhu 31°C saat saya menulis ini, setidaknya lebih dingin dibanding dua minggu yang lalu, 40°C. Karangjati memang sebuah kecamatan di kota kabupaten Ngawi yang terletak paling timur. Berbatasan langsung dengan daerah Madiun. Bahkan rumah saya 1 km ke arah timur sudah masuk daerah Madiun. Mefet sekali.

Berbeda dengan daerah Ngawi yang berada di lereng pegunungan Lawu, misalnya Sine, Ngrambe, Jogorogo. Meski musim kemarau disana akan tetap sejuk. Dan air akan tetap sedingin es. Di desa saya sendiri sekarang ini jika siang datang (sekitar pukul 10), angin akan berhembus cukup kencang dan hawanya panas sekali di wajah. Kemudian menjelang azan magrib angin biasanya akan berhenti, panas bumi akan naik. Sumuk, gerah sekali rasanya. Selepas Magrib angin akan berhembus lagi dengan kencang. Hawa dingin mulai menusuk tulang. Rumah-rumah sudah dikunci, penghuninya berdiam diri dirumah. Seperti yang saya lakukan tadi malam. Sekitar pukul 20.00 sudah berselimut rapat.

Pulang sehari seperti sekarang ini cukup untuk membuat wajah gosong dan badan meriang. Sepanas-panasnya Surabaya, panasnya di rumah tetap beda. Mungkin saya sudah lama tidak merasakan kemarau di rumah jadi badan agak sedikit kaget. Foto di atas adalah sebuah pemandangan di Mojokerto, saya ambil dari jendela bus, ketika kemarin saya perjalanan pulang ke Ngawi. Sebenarnya ada cerita di balik foto itu, saya sedang pusing ketika di bus, dan seseorang dengan santainya menyanyi lagu dangdut dengan kerasnya (ya, dia cari rejeki sih, ga salah) sementara bus berjalan semakin ugal-ugalan. Pusing saya bertambah-tambah. Saya membuang pandangan ke jendela dan menikmati apa saja yang ada di luar sana. Sepertinya saya butuh yang ijo-ijo.

Akhirnya pagi tadi saya sempatkan jalan-jalan ke sawah. Hanya buat cuci mata, soalnya siang ini saya harus menghadapi kepusingan di dalam bus lagi. Yah, pulang yang tidak direncanakan kadang tidak bisa dinikmati perjalanannya. Tidak ada misi apa-apa pulang kali ini, selain mengantar sepupu yang kebetulan baru pertama kali kerja di Surabaya dan takut tersesat. 😅 Di sebelah barat rumah saya ada sebuah perkebunan tebu milik PTPN dan milik sebuah PG swasta di Madiun. Kiranya lebih dari 10ha luasnya. Jalannya ga ke foto ternyata Di tengah perkebunan ini ada sebuah jalan yang membelahnya. (Jalannya ga ke foto ternyata) Jalan ini masih tanah, belum paving apalagi aspal. Jalan selebar tiga meter ini menghubungkan desa dengan area pesawahan. Wajah kebun tebu sekarang menjadi seperti ini setelah di panen. Dari sini kemarin saya memandang matahari tenggelam, ketika menunggu adik pulang dari main. Di ujung kiri ada gunung Lawu yang sedang di selimuti awan. Saya pernah komen di tulisan Fadhel kalau dari desa saya ada pemandangan alami seperti di lukisan jaman SD. Sebuah gunung dengan hamparan padi menguning di depannnya yang bisa dibuat guling-guling. 😂 Bedanya di kaki Lawu selalu menjadi tempat matahari pulang. Kalau pemandangan cerah Lawu akan tampak jelas dari tempat saya mengambil gambar kemarin. Kurang lebih seperti ini. Foto ini saya ambil sekitar bulan Desember ketika hendak berangkat ke Blora. Saat itu Lawu sedang menampakkan dirinya. Semenjak lulus sekolah saya sudah jarang mendapati Lawu terlihat dengan jelas. Pagi ini juga Lawu sedang di selimuti awan. Meski langit di atas rumah sedang cerah. Dulu dari depan SD saya bisa dengan mudah memandang keindahan Lawu. Inilah wajah SD saya dulu, SDN Ringin Anom. Biasanya dulu jam istirahat pertama saya dan empat teman perempuan lainnya sering berdiri di pagar. Memandangi apa saja yang bisa dipandang sambil ngobrol. Apa yang dipandang ? Pemandangan, orang lewat sampai kakak kelas dari sekolah lain 😅 Di pojok kiri adalah tempat Lawu berada. Sayang pagi ini tidak muncul. Sawah Bapak yang ditanami kacang tanah. Pohon pepaya di pematang sawah. Tanaman tembakau yang sudah selesai dipanen, sawahnya tetangga. Sawahnya tetangga juga. Sawahnya entah siapa, saya ga tahu.

Meski tidak sehijau pemandangan di lereng Lawu, setidaknya ini lebih hijau dari pemandangan di Surabaya.😅

Advertisements

47 thoughts on “Butuh yang Hijau-hijau

    1. Hihi. Pemandaangan di desa Ruri.. ^_^
      Aduh itu kondisi paling bikin pusing Ruri. Terlebih yg ga tahan sama asap rokok. Kadang ada bus yng AC tp supirnya tetep ngerokok. Tp memang Bus Surabaya-Jogja banyak yang kayak gitu. Lebih enak naik Kereta. Hehe

      Liked by 1 person

    1. Panasnya merata ya.
      Itu ademnya cuma pas pagi sampai jam 7 Suci.. selebihnya sudah panas memang 😅😅😅 tadi saja ke sawah jam set 7. Sudah panas banget.

      Like

  1. aaah ngawi. Sepupuku di ngrambe tinggalnya Kha. Pas dia nikah kita rame2 dari Jakarta ke sana. Nginepnya di penginapan dekat Jamus. Begitu buka pintu, pemandangan penginapannya langsung Gunung Lawu berdiri gagah perkasa. Beruntungnya bisa tinggal di pedesaan, masih banyak ijo2 yang bisa dilihat 🙂

    Liked by 1 person

    1. Waaah punya saudara di Ngawi mbk Imel. Hehe
      Huum mbk, Ngrambe Sine emang enak banget udaranya, pemandangannya. Enak lagi kalau pas musim rambutan mbk, di daerah sana banyak sekali pohon rambutan. 😆
      Iya mbk, disyukuri. Hihi.

      Liked by 1 person

  2. Wah masih hijau ya kak…. Pada prinsipnya, seluas-luasnya lahan pertanian seharusnya ada hutan diantaranya dengan demikian hutan tersebutlah yang menjadi pendingin yang sekaligus membersihkan udara dari polutan…..
    Salam, hijaukan Indonesia!

    Liked by 1 person

    1. Kalau hutan bambu di kecamatan saya masih banyak Kak, hehe
      tapi kalau hutan Jati/sejenisnya hanya ada di wilayah2 tertentu. Tapi syukurnya pohon2 masih banyak juga , meski tidak selalu berubah hutan. 🙂

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s