Si Cantik yang Sudah Tidak Cantik

Eee-PC
Meti sedang berdua dengan kotak makan saya

Barangkali judul di atas harusnya cukup satu kata saja : Tua. Tapi saya tidak akan pernah tega untuk menuliskannya. Dan tua tidak selalu identik dengan tidak cantik. Banyak kok barang-barang yang sudah tua tapi tetap cantik, barang-barang antik yang dijual di jalan Padmosusanto-Surabaya, itu banyak yang mencari, bahkan harganya mahal.

Dulu kios-kios barang antik ini ada di sebelah Gelora Pancasila, berbatasan langsung dengan temboknya. Mereka mendirikan kios-kios kecil di atas parit yang sudah diberi tatakan. Beberapa kios itu sekarang berpindah di Jl. Padmosusanto, karena ada penataan jalan, kios lainnya kabarnya diberikan tempat, tapi saya lupa tidak mencatat daerahnya di Surabaya sebelah mana.

Lifetimenya laptop itu berapa lama sih untuk bisa dibilang tua? Tapi ini juga bukan barang antik sih. Hmm.

Jadi, perkenalkan Si Cantik itu namanya Meti. Meti itu bukan nama orang, tapi nama laptop saya. Lebih tepatnya notebook. Badannya tidak terlalu besar memang. Kecil dan mungil seperti yang punya. Hahaha. Ukurannya 12.1”, asal rumahnya tidak perlu saya sebutkan. Tapi dia series Eee-PC yang sedang naik daun di rumahnya tahun 2011. Nah, ketahuan kan dia anak keturunan mana. Kalau dalam mode tidur, kamu bisa membangunkannya hanya dengan menekan tuts spasi, dia akan terjaga. Warnanya merah hati, itulah kenapa pada akhirnya saya memberi nama dia Meti. Kependekan dari Merah Hati. Meti.

Menyinggung soal nama-nama barang, sepertinya saya kualat dengan Yuni, teman sekos saya dulu. Saya tidak pernah memberi nama-nama pada barang saya sebelumnya. Suatu ketika Yuni memanggil-manggil nama laptopnya, lalu saya tersenyum geli dan akhirnya tertawa mengejek. Satu, karena bendanya dinamai. Kedua karena namanya lucu. Pablo, waktu itu namanya. Tapi entah kenapa di penghujung 2013, beberapa barang saya mempunyai nama juga. (Akhirnyaaa… saya merasa berdosa di suatu ketika dan mengakui dosa saya itu kepada Yuni, bahwa saya ikut-ikutan memberi nama pada barang-barang saya. Hahaha. Saya banyak kualat sama bocah satu ini.) Hanya dua sih barang saya yang saya namai, laptop dan sepeda motor. Lain kali saya perkenalkan dengan sepeda motor saya. Namanya cantik, serius!

Kembali ke Meti.

Meti ini saya beli di tahun 2011. Tentu bukan dengan uang saya, saya masih meminta orang tua waktu itu. Uang beasiswa saya hanya cukup digunakan untuk SPP dan biaya hidup. Meti dilepas oleh pemilik toko dengan harga 3 juta koma sekian. Mahal, waktu itu rasanya mahaaaal sekali. Tapi waktu itu Meti adalah garis tengah yang bisa menyelamatkan kedua belah pihak. Pihak keuangan ibu negara saya dan pihak kebutuhan saya akan laptop yang mumpuni untuk tugas kampus. Mengingat jurusan saya banyak aplikasi programmingnya, jadi akan sedikit berat jika saya membeli laptop dengan spesifikasi di bawahnya Meti. Meski sebenarnya bisa juga. Bisa tapi sedikit memaksa, dan sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik.

Pernah Hampir Hilang

Tidak semua mahasiswa di kelas saya mempunyai laptop waktu itu. Masih tahun pertama, jadi pinjam meminjam laptop adalah suatu hal yang biasa. Sewaktu belum punya laptop saya sering meminjam teman juga atau menggunakan fasilitas laboratorium dan perpustakaan kampus. Meti kadang juga sering dipinjam, kakak kelas, tetangga sebelah atau teman sekelas. Fyi, teman sekelas saya selama 3 tahun tidak pernah ganti, karena belajar kami waktu itu dengan sistem paket, bukan SKS. Jadi, saya percaya saja kalau ada teman sekelas yang meminjam.

Pada suatu sore, saya sudah pulang, sementara Meti sedang dipinjam teman sekelas saya untuk praktikum (atau ujian praktikum, saya agak lupa). Sepertinya waktu itu saya pulang duluan karena saya ujian di sesi pertama. Meti di taruh di dalam laci meja Lab, sayangnya ketika pulang teman saya lupa membawa Meti. Dan dia sadarnya ketika waktu sudah jauh berlalu. Syukurnya setelah praktikum kelas saya, Lab tersebut digunakan oleh kakak kelas yang sebagian besar mengenal mahasiswa di kelas saya. Laptop tersebut diselamatkan oleh seorang kakak kelas, yang saya lupa namanya. Waktu itu teman saya sudah bingung dengan sendirinya. Besoknya Meti kembali kepada saya, dengan selamat tanpa kekurangan satu hal apapun. Tahun-tahun itu memang kerap terjadi kasus kehilangan laptop, bahkan saat sedang ditinggal sholat di masjid dan tas berada di belakang shof sholat sekalipun. Pencuri memanfaatkan keadaan itu.

Sumber Makanannya Mati

Saya bingung bilangnya, intinya baterainya itu sudah soak. Wkwkwk. Alias tidak bisa menyimpan cadangan energi lagi. Sebenarnya baterai Eee-PC ini cukup bisa dikatakan tahan lama dan awet. Kalau laptop biasanya pada masa itu bertahan maksimal 7 atau 8 jam, Eee-PC bisa bertahan 12 jam, kalau hanya standby bahkan bisa sampai 21 hari, kalau tidak salah ingat.

Kerusakan ini mungkin karena dulu saya selalu mencolokkannya pagi-siang-malam-pagi lagi, 24 jam bahkan kadang lebih tanpa melepas baterainya. Tak jarang juga orangnya tidur, laptopnya masih manyala, apalagi saat saya mengerjakan tugas-tugas semester akhir atau Tugas Akhir (kalau di jurusan teknik, skripsinya dinamai Tugas Akhir. D3 ataupun D4 sama saja). Bahkan kalau terburu-buru pergi ke kampus, saya sering menidurkan (sleep) laptop dan memasukkannya ke dalam tas. Karena berpikir nanti saya akan membuka program itu lagi ketika sampai di tempat tujuan. Daripada nanti lama, mending tidak usah dimatikan. Dan menurut beberapa teman saya, tindakan sleep atau hibernate pada laptop membawa dampak masing-masing. Jika tidak baterai ya hardisknya yang kena, cepat rusak.

Di suatu hari di tahun 2013, laptop saya resmi baterainya rusak. Sedih sebenarnya, tapi sudah kejadian mau gimana lagi. Sampai sekarang Meti belum saya belikan penyimpan cadangan makanan. Biarlah, Meti biar hidup apa adanya dulu.

Meti yang Sekarang

Banyak hal sudah saya lalui bersama laptop ini. Dia sangat berharga. Dia banyak menemani saya menyelesaikan laporan-laporan yang tidak habis-habis setiap minggu semasa kuliah. Laporan UKM, laporan PKM dan lainnya, banyak sekali. Dan yang terpenting menemani saya menuntaskan Tugas Akhir semasa kuliah. Beberapa diantaranya Meti juga saya gunakan untuk mengedit video, desain kaos, animasi flash sampai menonton video lucu semacam Larva sekalipun, sebagai bahan hiburan untuk kami berdua. πŸ˜€

Lepas dari masa kuliah, Meti masih sering juga menemani saya menyelesaikan tugas kantor, beberapa saja, tidak banyak. Nonton film di kala jenuh, dan yang terpenting Meti banyak berperan kalau saya sedang ingin menulis di blog semacam ini. Yeaaay.

Wajah Meti yang sekarang memang tidak secantik dulu. Kecelakaan-kecelakaan ringan yang di alami Meti sempat meninggalkan bekas yang cukup terlihat di badannya. Gesekan-gesekan dengan benda keras yang orang menyebutnya ketatap. Ketatap itu sama dengan terbentur. Ketatap tembok, ketatap meja atau lantai pun, Meti juga pernah. Beberapa bagian badannya lecet-lecet. Meti sering jatuh, tapi dia tahan banting. Di layarnya sudah timbul garis warna warni yang kata mas-mas tukang servicenya dikarenakan kabel elastisnya sudah waktunya ganti.

Waktu itu sudah hendak saya ganti, tapi masnya malah berkomentar begini, β€œkalau tidak mengganggu pandangan tidak usah diganti Mbak. Eman kan, 500rb. Mending buat beli lainnya.”

Sungguh, tukang service yang bijak sekali!

Bagaimanapun Meti sekarang, saya sangat menyayanginya. Bagi saya dia tetap cantik. Sedari dulu saya memberinya tempat di salah satu petak hati saya. Meti sudah memberikan banyak kenangan dan waktu kebersamaan. Dia bagian dari cerita hidup saya. Sungguh, tidak mudah untuk menggantinya dengan yang lain. Meski dia tidak bernyawa. Tapi dia hidup.

Saya pernah sedih sekali waktu melihat seseorang di kampus mematikan laptop, menekan spasi dan tombol shut down dengan ibu jari kakinya. Dia punya tangan yang cukup untuk menggapainya, tapi kenapa dia memilih menggunakan kakinya. Meskipun itu benda mati, entah kenapa saya seperti punya perasaan ke mereka.

Sayangi barang berharga milikmu, rawat dengan baik, bisa jadi karena keteledoran kita dalam menggunakan yang harusnya dia masih bisa bertahan lama, jadi berkurang fungsinya. Benda-benda tertentu ada yang sangat berharga di hidup kita, tidak mudah diganti dan mungkin tidak akan terganti. Sama seperti orang, kan? Ehm, kalau orang tentu lebih berharga lagi sih ya. πŸ˜€

Ah, Metiku, sehat-sehat selalu ya!

Advertisements

55 thoughts on “Si Cantik yang Sudah Tidak Cantik

  1. Meti benar-benar punya kesan mendalam buat mab Ikha ya, semoga tetep awet deh.

    Wah, separah itu ya efek terlalu sering menidurkan laptop? Jangan2 karena ini nih hard disk laptop saya mati. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Bner juga mba, selagi ada waktu rawat sebaik mungkin barang yang kita miliki.

    Liked by 1 person

    1. Iya mas Jalil, banyak hal terlalui sama Meti sudahan. πŸ˜€

      Eh, sering di hibernate kah mas leptopnya ? saya dulu korban sering sleep leptop, akhirnya baterai rusak duluan, nah teman saya sukanya hibernate, hardisknya dia kena. kata beberapa teman dan hasil searching2 ini ngefek banget.

      Iya mas, bener banget ini. karena kalau rusak juga kita sendiri yang repot.

      Like

  2. Laptop kesayangan. Saya juga punya, sudah 6 tahun menemani. Batrenya soak, tentu saja. Dan kinerjanya terus menurun. Ada niat beli core i7 ram 8gb, tapi uang tak ada. Akhirnya dibetah betahin, belikan sparepart agar kobdisi tetap prima. Karena bagaimanapun juga, kisah yg ditulis di laptop ini terlalu berharga. Btw, laptop kita seumuran mbak. Hihi πŸ˜‚

    Liked by 1 person

    1. waaah, iya Mas. selagi belum ada rejeki, dipakai dulu yang masih ada ini. semoga nanti ada rejeki kalau misal pengen ganti core i7 yang ramnya 8gb. amin.
      wah seumuran. Hai, Laptopnya Mas Hafidh, salam kenal! πŸ˜€

      Like

  3. Benda-benda yang jadi saksi perjuangan hidup seperti itu memang disayang banget ya, Mbak. Saya juga punya laptop lama yang udah sakit-sakitan gitu. Walaupun udah beli yang baru, tetep aja sering pakai yang lama. Rasanya lebih nyaman pakai yang lama πŸ˜€
    Semoga Meti sehat terus ya πŸ™‚ πŸ™‚

    Liked by 1 person

  4. Bahahaha… rasanya bisa terhubung ke tulisan ini. Kurang lebih samalah kisah dan perjalanan hidup kita dengan lappy tercinta.

    Eee PC! Inget banget notebook jenis ini bertebaran di toko pas aku nyari laptop tahun 2011 dulu. Karena terlalu banyak, aku nggak milih Eee pc ini dan pilih laptop yang lain wkwk. Ternyata bandel juga yak. Nggak nyangka bisa dipake macem-macem. Meti kelihatan dari fotonya masih cantik! Bilang ke dia ya kak. Eh kalau buka blog ini pake Meti otomatis dia tau sendiri yak wkwkwk

    Liked by 1 person

  5. Benda tak bernyawa seperti meti ini terkadang setianya melebihi makhluk bernyawa menemani kita. Dia selalu ada di dekat kita ketika di butuhkan, membantu pekerjaan, menjadi teman hiburan. Duhh, ada kah makhluk bernyawa yg se-setia itu? Hihhi
    Salam buat meti, katakan dia tetep cantik kok.

    Liked by 1 person

    1. iyaa Mas. Nah, ada tentunya manusia yang seperti itu. semoga nanti masnya nemu satu. atau kalau tidak, jadilah yang seperti itu. hehe
      siap, salam disampaikan. terima kasihh :’)

      Like

    1. Nah, itulah. sayangnya aku dulu tahunya kalau sleep keterusan bahaya buat kesehatan laptop, ketika sudah rusak. menyesal memang datang belakangan. laptopmu kuat, semoga aweet. ❀

      Liked by 1 person

  6. Udah… hibahkan ke aku aja mbak… πŸ™‚
    InsyaAllah aku rawat dengan baik πŸ™‚
    netbookq juga udah soak, sekarang hardisknya juga bejat..
    tapimasih untung bisa aku selamatkan datanya, tinggal nunggu harddisk baru, semoga lekas sembuh juga agar bisa nemani aku disaat libur panjang ini, hhihihih

    Liked by 1 person

      1. Aku malah kadang sering, saat yg lainnya main gadget, aku ingin diam saja memperhatikan mereka. πŸ˜…

        Iya Mas Nur, dinikmati semuanya. Semua ada masanya.

        Like

    1. Waah.. sama Mas..

      Dari cara kita memperlakukan juga ngefek Mas. Misalnya kebanyakan di sleep..
      Tp entah sih, saya belum survei apakah kebanyakan penyakit asus pada baterai.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s