Soundcloud – Perasaan yang Tulus

photo_2018-04-21_21-00-02

Tulus adalah suatu perasaan murni yang datang dari hati seseorang. Perasaan yang suci, jujur dan ikhlas. Perasaan yang bersih, tanpa mau ia diberi warna oleh aneka cemaran rasa yang merusaknya. Tulus bertumbuh menjadi sebuah kata kerja, menjelma cahaya, berupa pancaran perasaan yang bernama ketulusan. Ketulusan bisa terpancar dari binar matanya, dari sejuk pandangannya, dari manis senyumannya, dan dari hangat sikapnya yang menenangkan. Ketulusan bisa kita rasakan dari itu semua. Bicara tulus adalah bicara tentang hati, maka ketulusan bisa kita rasakan melalui mata hati kita. Kita dengar dengan telinga batin kita. Kita rasakan sepenuhnya sampai ke dasar jiwa kita. Sesuatu yang berasal dari hati akan sampai pula ke hati.

Tapi, ketulusan tidak akan bisa kita kenali lagi, dia menjadi buram, apabila kita terlanjur mendahului dengan prasangka buruk dan praduga yang tidak benar kepada seseorang. Kita tidak akan bisa merasakan dengan jelas sinar tulus yang menyorot dari matanya. Hati kita telah terkotori dengan prasangka yang mendahului. Prasangka di hati kita membuat sekat untuk sebuah cahaya ketulusan yang akan menerobos masuk. Sinar ketulusan tidak akan sampai sepenuhnya kepada kita. Barangkali hanya remang-remang yang kita lihat. Tidak sepenuhnya terang. Tidak terlihat tulus. Padahal tidak begitu, kan?

Tapi bagaimanapun itu, ketulusan tetaplah ketulusan, dia akan tetap menjadi ketulusan meski kita tidak mengenalinya lagi. Cahaya ketulusan akan tetap terpancar, meski hati kita tersekat. Maka, buanglah prasangka buruk itu, buka hatimu dan temukan sinar itu. Sesungguhnya dia banyak dipancarkan oleh orang-orang di sekitarmu. Orang-orang yang berniat tulus kepadamu tanpa perlu mengkonfirmasi apakah kamu mendahului dengan prasangka yang tidak-tidak atau bukan. Orang yang tulus sudah barang tentu hatinya baik.

Semoga kita tetap berhati baik yang mengenali banyak ketulusan yang ada di sekitar kita.


Tulisan ini bisa juga didengarkan disoundcloud saya.

 


Sebuah catatan kecil dibalik tulisan ini. Sebenarnya saya tidak sedang berbicara tulus yang menyangkut tentang perasaan. Maksudnya perasaan antar lawan jenis, cinta yang tulus dan sebagainya, namun tidak bisa dipungkiri ketulusan jenis itu bisa dimasukkan juga.  Tapi tulus yang saya tuliskan di sini adalah ketulusan yang bersifat umum. Dari kita kepada siapa saja dan dari siapa saja kepada kita. Dan sederhananya tulisan ini terpikirkan setelah membaca kalimat Mbk Uti di buku Bertumbuh yang menyampaikan bahwa, hati manusia mempunyai radar untuk mendeteksi ketulusan yang dipancarkan oleh orang lainnya.

Bertepatan dengan beberapa hari ini saya mempunyai kisah kecil dengan beberapa orang. Salah satunya dengan bapak-bapak tukang parkir yang sudah sepuh, beliau baru memberanikan diri menyapa saya ketika saya pulang kerja dan berjalan kaki sendirian di suatu sore. Kita berpapasan hampir setiap hari selama empat tahun lebih. Sebuah percakapan kecil yang hanya semenit  berlanjut dengan sapaan-sapaan kami berikutnya. Padahal awalnya kita mungkin hanya saling menebak-nebak, orang ini kerja dimana, apakah asli Surabaya atau bukan, apakah ramah atau galak. Hanya saling lirik-lirikan dan entah pikiran apa lainnya yang sudah saya lupa. Ternyata beliau orang yang ramah dan baik hati, bahkan jika saya sedang pulang kehujanan sekalipun karena lupa membawa payung, Bapaknya dengan senang hati akan menawari saya payung untuk dipinjam.

Advertisements

45 thoughts on “Soundcloud – Perasaan yang Tulus

  1. Tulus salah rasa yang perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita, karena ia menjauhkan kita dari prasangka buruk dan egoisme.

    Wah, orang-orang yang sering kita temui kadang memang memberi kesan ya mba, kala kita tahu lebih jauh cerita-cerita tentang dia.

    Liked by 2 people

  2. Wuaaah suaramu cakep dek 🙌🙌🙌

    Jadi kangen buat mix puisi lagu lagi, tapi bingung mau buat puisi apa, q tdk jago buat puisi. 😅

    Anyway, pengin bngt ktmu misua yg tulus gtu. Smuanya serba diem-diem.
    1. diem diem sukses
    2. diem diem sayang
    3. diem diem mendoakan
    4. diem diem dermawan
    5. dan karena diem diemnya, dia lbh terkenal di kenal Malaikat daripada manusia.

    *aaaakkkk, koq baper ya komennya 😅

    Liked by 2 people

    1. Hoahaha. Syukurlah, aku takutnya bikin sakit telinga yg dengar. Eh, ga ya. Tapi bikin terlena ga mbak? Wkwkwk.

      Wah sayang aku juga ga jago mbak, kalaupun aku jago, aku juga mau dibikinin. Hehhe.

      Aamiin. Ikha doakan semoga mbak Cinta nemu yg demikian yaa. 🙆🙆🙆🙌

      Liked by 1 person

  3. REACTION : 😞 Hatiku tak terlalu baik, jadi aku tak bisa mengenali ketulusan. Ada banyak prasangka dan praduga di dalam sini. Semuanya berkelindan seperti benang kusut. Sama seperti mengenali kebaikan, aku terlalu dibuat curiga. Sikapmu, kata-katamu; aku selalu dibuat bingung. Jadi, ketulusan dan kebaikan … sebatas apa yang bisa kudefinisikan dalam kepala. Tak selalu meresap ke hati. Mungkin karena aku terlalu batu.

    😃😁 Wew suaranya bagus, tapi kedengarannya masih malu-malu ya? Kalau lebih lepas, saya yakin suaranya akan terlihat dewasa tapi manis. 😘

    Liked by 1 person

    1. Semoga Allah melembutkan hati kita semua. 😢😢😢
      Kalau kata Olaf di film Frozen, “cinta yang tulus akan melunakkan hati yang beku.”
      Barangkali aku hanya perlu mencintaimu lebih lama lagi sampai kamu bisa merasakannya.😳

      Dewasa dan manis. Hmm, kutakut jadi pada jatuh cinta sama suaranya Mbak. Malah ga meresapi isinya. Wkwkwk.
      #sokbangetsaya. Minta dijitak.

      Liked by 1 person

  4. Aamiin….
    Dan semoga kita juga bisa menjadi orang yang selalu tulus ….
    meskipun itu tdk gampang, tapi kita bisa selalu usahakan.
    Btw, makasih sdh memperdengarkan suara mbak ikha, jadi serasa makin ngenal

    Liked by 1 person

    1. Amiin.. amiin yaa Rabb.
      sama-sama Bunda, terima kasih sudah mendengarkan. Semoga begitu ya bun, dengan begini jadi lbih mengenal, meski belum pernah bertukar pesan suara :”)

      Liked by 1 person

      1. Keren. Hahhaha… suaraku cempreng, mbak Ikha. Wkwkwkw 😀
        Kalau nggak cempreng, ya kayak suara cowok. Apalagi kalau sudah marah…wkwkkwkw
        ‘jantan’ sekali…:D

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s