Secuil Kabar

Menulis itu seperti silaturahmi. Dari tulisan yang tersiar darimu, kawan-kawan, dan sahabatmu akan tahu bahwa kamu sedang sehat. Masih terbakar api semangat.

– Rusdi Mathari

Saya baru saja menuntaskan satu buku Almarhum Rusdi Mathari “Seperti Roda Berputar-Catatan di Rumah Sakit”, dalam sekali duduk. Buku yang tipis dan kecil, tapi selesai membacanya membuat saya merenungi banyak hal.

Hal kesekian yang terpikir setelah membaca buku itu adalah saya juga sedang tidak sehat dan saya tidak menulis. Beberapa kawan menanyakan, kenapa saya tidak menulis lagi?

Dua bulan yang lalu saya pergi ke dokter karena salah satu ruas tulang belakang saya sakit. Begitu masuk ruangan, dokter menyuruh saya berdiri di tengah ruangan, kemudian meminta saya menunjukkan ruas tulang belakang mana yang sakit. Saya mengikuti perintahnya. Lima detik kemudian dokter itu menyimpulkan sesuatu dan saya diberi resep.

Karena saya menggunakan layanan BPJS, maka resep itu gratis. Saya tidak harus membayar obat. Begitu selesai menerima obat, saya kembali duduk di bangku ruang tunggu. Saya baca satu persatu nama obat tersebut sambil menghapal aturan minum yang tadi diberitahukan oleh petugas. Saya kaget ketika saya mendapati obat mag ada di antaranya. Selebihnya adalah vitamin.

Barangkali karena berdasar catatan medis sebelumnya saya pernah menderita penyakit tifus, maka saya turut diberi obat mag itu.

Tidak ada saran lainnya dari dokter yang bertugas, selain, “obatnya diminum, banyak minum air putih, olahraga cukup serta duduklah dengan benar.” Saya pulang sambil membawa pertanyaan, akankah saya minum obat maag itu? Mengingat saya akan kesusahan melakukan ritual tertentu jika saya mengkonsumsi obat mag lagi. Kandungan Alumunium memang membuat perut saya suka protes dengan caranya.

Sampai kini tulang saya masih suka kambuh sakitnya, tapi sedikit tidak sesakit dulu.

Dan dua hari yang lalu, saya kembali mampir ke apotek dekat kantor. Karena badan saya sakitnya ada di banyak ruas tulang, saya curiga dengan kadar asam urat saya. Setelah selesai periksa, benar saja, kadar asam urat saya 6,2. Melebihi batas normal yang harusnya untuk perempuan berada di angka 2-6. Sebenarnya ini hanya naik sedikit dari kadar asam urat saya sebelumnya yang 5,7. Memang sendi saya tidak sampai bengkak, tapi sakitnya sangat terasa. Dan malamnya berakhir dengan saya tidak bisa tidur. Sendi-sendi sakit semua, saya baru bisa tertidur dini hari, pukul 02.00 pagi.

Kalau kata seorang teman katanya saya sering mandi malam. Tapi sependek pengetahuan saya, asam urat tidak disebabkan oleh seringnya kita mandi malam. Tapi lebih ke pola makan kita yang memakan makanan yang banyak mengandung purin. Purin adalah zat yang secara alami dihasilkan oleh tubuh kita, namun Purin ini juga bisa didapat dari makanan yang kita konsumsi. Tidak harus pola makan yang serba mewah -seperti keseringan makan seafood– yang bisa membuat kadar asam urat naik, tapi makanan biasa seperti tahu tempe saja cukup bisa menaikkan kadar asam urat berlebih jika tubuh tidak mampu membuangnya dengan baik.

Hal pertama yang harus saya lakukan adalah memperbaiki pola makan. Mulai memilah jenis sayur, rutin mengkonsumsi buah, susu rendah lemak, mengurangi konsumsi minuman tinggi gula, banyak minum air putih serta rajin berolahraga. Yang terakhir ini adalah yang jarang saya lakukan. Memang setiap hari saya jalan kaki ketika berangkat ke kantor, tapi mungkin itu saja belum cukup.

Kawan-kawan saya sempat kaget, karena badan saya kecil tapi asam uratnya tinggi. Belum lagi usia saya masih berapa? Saya juga tidak tahu, barangkali tubuh saya kesulitan membuang zat dari pecahan purin, mengingat saya adalah orang dengan gangguan pencernaan sedari kecil sampai sekarang. Akhirnya susah buang air besar.

Belakangan ini saya tidak nyaman jika harus menulis dari telepone genggam ataupun laptop. Di kamar, setiap akhir pekan bawaannya hanya ingin rebahan. Meluruskan tulang belakang saya yang masih suka perih. Setiap akhir pekan, saya seperti orang yang harus membayar hutang pada tulang belakang untuk diluruskan. Saya tidak membayar hutang tidur, tapi saya hanya membayar hutang meluruskan tulang. Itu saja.

Hal di atas adalah salah satu sebab kenapa saya jarang menulis. Sementara di kantor waktu istirahat hanya habis saya gunakan untuk makan, tiduran di musala atau membaca bacaan ringan.

Bagi teman-teman yang sering bertanya, “Kamu ga nulis lagi?” Terima kasih sudah “mencari” saya. Saya tidak berjanji ke depan akan sering menulis, tapi saya akan berusaha tetap menulis sebagai bentuk secuil kabar dari saya untuk kalian.

Sakit saya memang tidak seberapa jika dibandingkan teman-teman dan saudara kita di luar sana. Tapi yang namanya sakit tetaplah sakit, tidak ada yang enak. Kalian yang sedang sehat, tetaplah hidup sehat, rajin berolahragalah, jaga pola makan dan jangan berlebihan. Apapun yang berlebihan pasti tidak baik, kan?

Advertisements

55 thoughts on “Secuil Kabar

  1. haduh dek, baca tulisanmu jd tahu, q ini kakak yg ga care ya dek?

    Pdhal akhir2 ini srg wa, tp lupa nanya kabar. 😢 Maafkan ya dek, maafkan. Bnyk mnum air putih ya, sama susu kalsium. Smoga cpat mmbaik dan ga komplain lagi tulangnya. Amin. 😇

    Liked by 1 person

  2. Lekas membaik ya mbak Ika 😊 mbak msh suka blogwalking kok, jdi nggak secara langsung tetap berkabar 😊

    Bdw aku juga sangat jarang konsumsi air putih. Udah kurus makin kering hikss

    Liked by 1 person

    1. Amin, makasih Mbak Ve. tetep semangat nulisnyaa. udah jarang bw sih, ga serajin dulu huhu.

      nah itu mbak, mulai dirajinin minum air putih, sayangi badan kita. hehe
      tapi daerah yang dingin bisanya bikin kita jarang minum. Blitar daerah mbk Ve sedingin Malang ga sih ? 😀

      Like

  3. Sedang merindukan tulisan mbak ikha. Dan disambut dengan kabar tidak begitu mengenakkan ini. Semoga tetap kuat, sabar, dan semoga lekas sembuh mbak. Allah tidak sedang meninggalkan kita kok. Begitu kata surah ad-dhuha ayat 3. Semangat selalu.

    Liked by 1 person

  4. Cepet sembuh sehat mbk Ikha.. 😦
    Terimakasih jg infonya diatas, skrg jadi tahu kalo banyak makan tempe bisa mnybbkn kadar asam urat naik, pdhl saya penyuka kering tempe 😦

    Jadi lebih mengingatkan kami untk mnjaga kesehatan lagi.. 😦
    Semoga cepet sembuh mbk Ikha.. sehat sehat Amiin..

    Liked by 1 person

    1. saya juga suka kering tempe kok Mbak 😀
      Sebenarnya kalau masih usia muda gapapa Mbak, tubuh masih maksimal ngolah zat Purin dan masih bagus pembuangan asam uratnya.

      Huum, apapun yang disukai tapi kalau berlebih akibatnya ga baik pastinya. hehe
      Amiin Mbak. Jaga kesehatan juga yaa :”)

      Like

  5. Wah, kirain mba lagi sibuk dengan hobi merajut atau memang punya kesibukkan lain di dunia nyata sampe gak sempet menulis. Rupanya mba sedang kurang sehat ya. Moga saja cepat pulih ya mba, dan kalo penyebab asama uratnya dari makanan, alangkah baiknya mba lebih selektif lagi dalam mengkonsumsi makanannya.

    Liked by 1 person

  6. Kbarnya sdh kmi dngar, Mbak Ikha. Klau Mbak Ikha dg alasan itu, sakit, tp klau sy mmang krn lg hiatus dan mlas. Bnar2 hiatus dan mlas. Ksibukan pekerjaan jg bnar2 membuat sy seolah tak ad waktu utk nulis. Ntahlah, sjak kpergian shiq4, sy kok mkin mlas menulis ya, gawat ni. 😅

    Oya, cpat sembuh ya, Mbak Ikha.

    Liked by 1 person

    1. Iya, mas Des lama juga hiatusnya ya. tapi masih sering bw ke blog temen-temen.
      ayo mas des nulis lagi, haduh, jangan malas. ;( cerita-cerita tentang kinipan lagi. ini kan momen 17an, mungkin disana ada lomba unik yang bisa diceritakan.

      terima kasih mas Des, semoga mas Desfortin sekeluarga sehat selalu.

      Like

      1. Ya, klau BW msh sih…tp itupun diborong, haha…. gak tiap hr jg.

        Entahlah, 17an kli ini sy mlah bnyak gak trlibat.

        Mksh, Mbak Ikha. Kmi skluarga shat sih skrg, hnya bbrp waktu llu anakku sj yg sakit, radang amandelnya 😅.. tp skrg dah smbuh

        Liked by 1 person

    1. kalau sudah kena asam urat, banyak sekali makanan pantangannya Mbak Imel. tahu tempe, bayam, kacang-kacangan.
      tapi jika asam uratnya normal, ndak papa kok mbak meski mau konsumsi tiap hari. aman-aman saja, mengingat tempe sumber protein nabati yang mudah didapat.

      aku berdoa semoga mbak imel sehat selalu, hingga bisa menikmati tahu tempe tiap hari terus. 🙂

      Liked by 1 person

  7. wah saya sering tuh mandi malam, dan alhamdulillah tidak punya asam urat. dan semoga tidak terjadi pada saya, soalnya saya hobi mandi malam terutama saat itu tuh, huhuhu 🤭🤭🤭
    kalau saya sih, sakit itu obat, obat untuk bisa mendekat kepadaNya. Bukan tempenya yang salah, sesungguhnya tempe itu nikmat dan lezat saat di santap selagi hangat, percayalah… 🤤🤤🤤

    Liked by 1 person

    1. hahaha, saat apa nih mas Nur ? piket malam ? 😛

      itu g ada yang nyalahin tempe juga, wong saya penggermar tempe juga kok Mas Nur.
      yang salah yang ngonsumsi berlebihan lah.

      Liked by 1 person

    1. Amiiin.
      Bageuurr, gimana kabarmu ? Sedang di Surabaya apa sedang berkelana luar kota..
      ndak papa Bageur, berkabar lewat blog gini sudah menyenangkan.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s