Dari Surabaya ke Lampung Lewat Jalur Darat

Hai teman-teman, kali ini saya akan berbagi pengalaman perjalanan dari Surabaya ke Lampung lewat jalur darat. Selain sebagai catatan pribadi, mungkin saja di antara teman-teman yang suka backpaker-an ada yang membutuhkan informasi ini.


Dulu – dulu sekali, waktu saya masih kecil, sebelum saya punya teman di luar Jawa, saya tidak pernah berpikir akan main keluar pulau. Selain tidak ada bayangan kota-kota di luar sana yang ingin saya kunjungi, bagi saya Jawa Timur saja sudah luas banget.

Ketika saya SD tetangga saya banyak sekali yang melakukan transmigrasi, saya tahu Banjarmasin, Kalimantan, Pontianak, Lampung, Palembang justru dari tetangga-tetangga yang transmigrasi ke sana dan kembali ke Jawa. Mereka bercerita bagaimana rupa-rupa kehidupan di luar pulau sana.

Lalu apa yang membekas tentang Lampung? Belum, belum ada. Sampai suatu ketika saya kenal dengan Gita, yang membuat saya tergerak untuk berkunjung ke Lampung di hari pernikahannya beberapa waktu lalu.

Saya tidak menyangka tahun ini akan sampai ke Lampung. Seorang diri. Eh, salah ding, berdua sama Bekti, gadis Pujakesuma yang merantau di Bogor. Kalau dibilang dadakan sebenarnya tidak dadakan juga, tapi jujur saya seperti buta arah kalau dari Surabaya mau ke Lampung kalau lewat jalur darat naik kendaraan apa dan lewat mana. Lalu mulailah mencari informasi di internet. Sebenarnya Bekti sudah berpengalaman naik bus dari Bogor ke Lampung tapi saya inginnya naik kereta. Kenapa gitu? Ya, pokoknya kereta. wkwkk, maksa.

Berikut rincian pendek jika kalian ingin naik kereta sampai Merak dari Surabaya. Kenapa ga dari Jakarta? Ya, soalnya saya maunya ngasih rute dari Surabaya. πŸ˜›

Surabaya – Merak

Surabaya (Stasiun Pasar Turi) – Jakarta (Stasiun Pasar Senen) – KA Kertajaya. Dari Surabaya kereta Kertajaya berangkat pukul 21.00 dan akan sampai di Stasiun Pasar Senen sekitar jam 08.40.

Ada banyak kereta lainnya (ekonomi, bisnis dan eksekutif) tapi karena kantong saya enggak tebel, jadi saya milih yang hemat saja lah dengan naik KA Kertajaya.

Sempat ada sedikit drama waktu kemarin saya berangkat, dimana jam berangkat saya mepet sekali dengan keberangkatan kereta. Pukul 20.30 tepat saya baru keluar dari kos. Waktu itu saya berangkat dengan teman saya, saya yang dasarnya takut dengan kecepatan (kecepatan apapun, kecepatan motor, mobil) hanya bisa diam di jok belakang sambil berdoa semoga semuanya baik-baik saja. Kupikir dia menyetir motor dengan sedikit ngebut karena nyatanya kami sampai selang 19 menit setelah jam berangkat dari kos saya, padahal jalanan cukup ramai. Diantara rasa takut itu ada deg-degan juga, mikir gimana kalau telat, jadilah dobel-dobel groginya. Tapi kembali berpikir, kalau masih rejeki insya Allah masih ditunggu.

Kalau saja dia tahu bahwa saya bisa nyetak cepat boarding pass saya karena kodenya saya catet di tangan, pasti diketawain sama dia. Wkwkwk. Karena feeling saya mengatakan bahwa saya akan berlari-lari di stasiun nanti, maka sembari menunggunya di depan kos saya iseng mencatat kode booking di telapak tangan. πŸ˜€ Dan Alhamdulillah kami masuk gerbong 10 menit sebelum kereta berangkat. Jadi keinget, dulu kali pertama ke Jakarta juga pake kejar-kejaran begini karena macet dan hampir telat. -_-

Oke, balik ke rutenya yaa..

Dari Stasiun Pasar Senen ini dilanjut naik Komuter ke Stasiun Tanah Abang. Jika kalian punya kartu e-money maka tidak perlu membeli karcis di bagian depan stasiun, langsung saja dari pintu keluar kereta jarak jauh kita berjalan menuju loket komuter dan antre naik komuter jurusan Bogor. Tapi kalau mau sarapan dulu, gapapa sih keluar stasiun dulu. Komuter dari Stasiun Pasar Senen ke Tanah Abang ini cukup dekat jaraknya. Berdasar informasi yang saya dapat jadwal terdekat dari tibanya kereta Kertajaya adalah pukul 09.15 kemudian ada lagi pukul 09.42. Waktu itu saya naik komuter jurusan Bogor yang datang pukul 09.15 dan sampai di Stasiun Tanah Abang sekitar pukul 09.50.

Dari Stasiun Tanah Abang naik komuter ke Stasiun Rangkasbitung. Nah, kabar baiknya komuter ke Rangkasbitung ini tidak setiap jam ada, beberapa jadwal yang saya ketahui adalah pukul 09.35 | 10.50 | 12.05 | 12.50. Saya memutuskan naik komuter yang berangkat pukul 12.05 sambil menunggu Bekti datang dari Bogor.

Perjalanan dari Tanah Abang ke Rangkasbitung menghabiskan waktu sekitar 2.5 jam. Perjalanan ke Rangkas ini justru mengingatkan saya pada sebuah buku yang ada di tembok Kafe Basabasi : Orang-orang Rangkasbitung. Apa isi bukunya? Entah, tak tahu. Belum baca pun.

Mulai dari Stasiun Pasar Senen sampai ke Rangkas ini saya membayar Rp. 10.000,-. Perhitungan tarif KRL yang sebenarnya saya kurang paham, saya tahu berapa tarifnya setelah saya cek saldo kartuΒ e-money saya di ATM. Namun setahu saya tarif dihitung berdasar jarak yang kita tempuh.

Untuk lebih jelasnya berikut peta rute KRL Commuterline

Peta Rute dan Jarak KRL
sumber :Β http://www.krl.co.id/

Dari Rangkasbitung ke Merak ini kita bisa menggunakan kereta lokal Merak, yang mana jadwal kereta ini jika dikejar dengan komuter dari Tanah Abang sangat mepet. Waktu itu saya tiba di Stasiun Rangkas pukul 02.15, sedangkan kereta lokal merak terdekat akan berangkat pukul 14.35. Jadi, turun dari komuter kita antre keluar peron dan antre lagi untuk beli tiket KA Lokal. Harga tiketnya murah hanya dengan Rp. 3.000,- kamu bisa naik kereta ke Merak. Setelah keberangkatan kereta pukul 14.35 keberangkatan kereta akan ada lagi pukul 20.00 malam. Kan lama kalau nunggu yang pukul 20.00. 😦

Berikut jadwal perjalanan KA Lokal Merak – Rangkas per 01 April 2017

P_20180908_163755
Jadwal KA Lokal Merak-Rangkas

Perjalanan dari Rangkasbitung ke Merak menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Begitu turun dari kereta kita bisa langsung jalan lurus ke arah pelabuhan, naik tangga kemudian membeli tiket kapal penyebrangan pelabuhan Merak-Bakauheuni. Namun jika tidak ingin langsung berangkat, kita bisa istirahat, sholat dan makan di depan Stasiun Merak.

P_20180908_163931
Stasiun Merak

Waktu kami mampir sholat di depan Stasiun Merak, kami berulang kali diingatkan sama bapak-bapak yang bersihin mushola.

β€œNon, buruan nanti loketnya tutup lho, kalau tutup nanti beli tiket kapalnya jauh di depan. Jalan muter.”

Tidak terhitung berapa kali Bapaknya mengingatkan, dan kami hanya β€œinggih-inggih Pak” saja. Kami masih sempat membungkus nasi di warung samping Musala. Karena saya dan Bekti lapar sekali. Saya tidak sempat membeli sarapan waktu di stasiun tanah Abang, hanya minum sekotak susu ultra coklat kemasan 250 ml. Jadilah makan saya hari itu di rapel jadi satu. hehe

P_20180908_163914
Musala di depan stasiun Merak

Dan benar saja, loket dekat stasiun sudah tutup, kami terpaksa harus berjalan memutar ke depan untuk membeli tiket kapal penyebrangan.

Merak – Lampung

Tiket kapal penyebrangan dari Merak kepelabuhan Bakauheuni ekonomi Rp.15.000,- per orang. Namun ada kapal-kapal tertentu yang fasilitasnya gratis. Tandanya kamu akan menemukan tulisan β€œsemua fasilitas yang ada di kapal ini gratis” di pintu-pintu ruangan atau lainnya, artinya kita bisa masuk ruangan kelas bisnis ataupun eksekutif meskipun tiket kita ekonomi. Namun jika tidak semua fasilitas gratis, maka kita akan dikenakan biaya tambahan jika ingin masuk ruangan eksekutif.

P_20180908_173016
Suasana di dalam kapal

Fasilitas di kapal ini juga lengkap, ada toilet yang cukup bersih. Ada musala yang luas. Waktu itu saya naik kapal yang melengkapi kiblatnya dengan berbagai arah, waktu kapal sandar di Bakau, waktu kapal berjalan ke Merak, waktu kapal sandar di Merak dan waktu kapal berjalan dari Merak. Jadi, kita ga perlu bingung mau sholat hadap mana pas kapalnya lagi berjalan atau sedang bersandar.

Begitu sampai di Lampung perjalanan bisa dilanjutkan dengan naik bus. Dari Bakauheuni ke Rajabasa naik bus umum Rp.30.000,-.Β  Saya tidak tahu seberapa jauhnya, tapi saya rasa jaraknya seperti Surabaya – Madiun, 3 jam baru sampai di Bandar Lampung.

Dan juga waktu saya sampai Lampung sudah malam, yang terlihat adalah gelap dan gelap. Oke, kata Liya saya remidi ke Lampungnya karena ga dapet pemandangan Lampung waktu siang hari. Mau liat Menara Siger aja ga keliatan kalau malam. 😦

P_20180908_202058
Pelabuhan Bakau

Jangan heran ketika di kapal atau waktu turun dari kapal banyak calo yang menawari kita untuk ikut mobilnya. Memang disana banyak sekali travel. Tarifnya beragam ada yang Rp.35.000 atau lebih, dan kalau kita menolak biasanya mereka akan terus mengejar dengan pertanyaan yang tidak habis-habis. Bahkan kita tidak mau pun harus ada alasannya. “Kenapa ga mau Neng?”, tanya Bapaknya berulang kali.

Rasane pengen muni, β€œhadeeh, aku iki pengen numpak bus biasa Pak. Ojo dipekso.” Tapi kok yo ora sopan. -_-

Jadi kira-kira dengan biaya Rp.416.000,- kamu sudah bisa PP Surabaya-Bandar Lampung dengan jalur darat naik kereta sampai Merak. Dengan catatan kamu naik KA Kertajaya yang tiketnya harga Rp. 150.000,- atau Rp.446.000,- jika kita dapatnya KA Kertajaya yang tiketnya harga seratus enam puluh lima ribu. Nah, setelah sampai di Lampung, kamu bebas mau kemana saja. Jangan lupa pulang, nanti dicariin Mamak. Hehe

Oh ya, jika sekembalinya kamu dari Lampung terus ke Jakartanya ingin naik kereta lagi. Kereta Merak – Rangkas paling pagi ada di jam 5 dini hari ya (seperti pada foto di atas). Mungkin bisa ditepat-tepatin sendiri jam berapa harus naik kapal agar menunggunya tidak lama. Namun jika ingin naik bus, bus menuju Kampung Rambutan atau Kalideres ada 24 jam.

Untuk memastikan jadwal-jadwal komuter atau kereta, kamu bisa menghubungi KAI 121 agar lebih jelas. Misal kamu sampe Jakarta jam berapa dan komuter terdekat jadwalnya jam berapa, lalu ke Merak jam berapa. Kalau saya mengantisipasi ini agar tahu keberangkatan terdekat minimal saya tidak menunggu lama. Soalnya saya orangnya tidak suka menunggu apalagi sampe lama. huhu

Sekian cerita rute perjalanan ke Lampung dari Surabaya, semoga bermanfaat. Selamat jalan-jalan~

Advertisements

32 thoughts on “Dari Surabaya ke Lampung Lewat Jalur Darat

    1. Wuaah pantes kok propic wa nya pernah kayak lagi akad. Ternyata nikah beneran. Gak dapet undangan 😦

      Fadel kamu kalau nikah berkabar yaa..
      Kasih tahu anak obrolin yang lain, ntar ada yang patah hati. Nyesek lhooo

      Liked by 2 people

      1. Huum, nikah beneran. πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

        Nah Del, nanti kabarin ya kalau nikah. Kabarin jauh-jauh harii.

        Quree juga yaa, kabarin di grup obrolin, kabarin aku juga yg penting πŸ˜‰

        Like

    1. Iyaa Dika, Agit yg nikah.

      Nah itu, kemarin di Jakarta pas pulangnya mampir dua harian. Tp ga ga kemana-mana juga. Hehe
      Maafin ya Dikaa, ingetnya aku kamu masih di Bogor jadi pas di sana ga ngabarin siapa-siapa. Doakan bisa main ke Bogor atau Jakarta lagi. Nanti kita kopdar. πŸ™ˆ

      Like

    1. Alhamdulillah tidur sangat cukup Au, Surabaya Jakarta setengah perjalanannya tidur terus. heheh

      Oke Auu, sama-samaa. nanti tulis juga ya kalau backpakeran ke sana :))

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s