Doa

tulisan pendek dek etika, sebagai pengingat.

Pagi itu, aku bangun.

Namun, kamarku gelap. Oh, rupanya tadi malam aku sengaja mematikan lampu. Agar redup, agar lebih cepat pulas.

Aku menganggap diriku berdiri, mencari tombol lampu. Tak ketemu.

Masih gelap.

Aku menengok, mencari jendela. Tak ada. Kamarku tak nampak jendela.

“Ini, masih pagi kan?”

Lalu. Derap suara menghantam bumiku. Berderap hebat langkah seseorang. Sepertinya bukan manusia.

“Man Rabbuka?”

Tanpa bertoleransi dengan rautku yang kepalang takut, menangis, gentar dengan hadirnya.

~

Sebelum lelap, aku berdoa untuk dimatikan dalam keadaan terbaik. Mampu dengan baik menjawab tanya malaikat-malaikat Tuhan di liang kubur. Bertemu dengan cahaya amalku. Menanti hari hisab dengan tenang. Berharap mampu bertemu dengan Allah dan Rasulullah dengan sebaik-baiknya keadaan. Lalu dikumpulkan dengan keluargaku di surgaNya.

Berdoa sesederhana itu pun halal.

2 thoughts on “Doa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s