pelajaran

ditulis di kota yang langitnya siang itu biru berawan

April, 2020
beberapa ruas jalan di kota ini ditutup, kamu ataupun aku tahu apa sebabnya. tapi tadi aku lewat jalan pandegiling, masih ramai. motor-motor berjejalan memenuhi sisi kanan dan kiri jalan. hampir sama penuhnya dengan ingatan yang juga merangsek masuk tatkala bau harum jalan ini kembali kuhirup.

belakangan surabaya menyuguhkan kepadaku kesempatan yang memantik pori-pori ingatanku terbuka lebar. jalan-jalan sepi dan ramai yang dulu dilewati, hujan-hujan di sore dan malam yang tiada henti, gerobak tukang bakso yang beberapa kali baksonya dinikmati, juga bintang-bintang yang sering aku pandangi sambil menunggu shubuh atau di dini hari yang senyap.

iya, kan? langit surabaya belakangan dihiasi bintang lebih banyak.

tahu tidak? kenapa kadang kita disuguhi berbagai memori tatkala kita tidak ingin mengingatnya demi hati yang lebih tenang. belakangan aku jadi berpikir, bisa jadi suguhan-suguhan itu adalah salah satu cara Allah mengingatkan kalau kita pernah salah, dan kesalahan itu tidak serta merta bisa kita buang begitu saja kalau kita tidak meminta maaf, kepada-Nya.

lalu kita diminta berdamai, berdamai dengan diri, berdamai dengan memori dan mengenangnya sebagai salah satu pelajaran.

terkadang memaafkan diri sendiri jauh lebih sulit daripada memaafkan kesalahan orang lain.

dan sekarang insyaAllah semuanya terasa lebih tenang, tidak ada lagi yang meronta dan membuat sesak di dada.

semoga kita sudah tidak saling menuding-menyalahkan di hari tatkala tiada lagi amal selain hisab. lalu, bagian kita kini adalah saling berdoa agar nanti dapat berdampingan dan saling mencari tersebab kebaikan yang pernah diberi.

surabaya, 23 april 2020 | 14.03

13 thoughts on “pelajaran

  1. Yah memang begitu adanya. Sulit karena kesalahan itu akan selalu terbayang terus setiap hari. Penyesalan yang kadang tidak berujung.

    Makanya memang lebih sulit memaafkan diri sendiri. Tidak beda dengan pepatah lama bahwa musuh terbesar itu adalah diri sendiri, bukan orang lain.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s