Menemukan Banyu

Saya kemarin membaca tulisan Mbak Uti, judulnya 'Menjadi Banyu', dan beberapa hari lalu ada sesuatu hal yang juga mengusik pikiran, tentang Banyu, tentang kamu. Jika kamu diibaratkan dalam tokoh sebuah novel, maka saya lebih suka menghadirkan kamu sebagai tokoh Banyu. Tapi saya sadar kok, kamu tetaplah kamu, bukan Banyu. Hanya saja, ijinkan kali ini saya … Continue reading Menemukan Banyu

Hujan Bulan Juni : Simpan

Jika perjalanan yang sesungguhnya adalah tentang pulang, mudah-mudahan apa-apa yang kita tuju selama di perjalanan pulang ini mendekatkan kita pada tujuan utama hidup kita.

Hujan Bulan Desember : Pulang

Hujan terus jatuh menerpa tanah kering di kotaku, menciptakan bau ampo yang harum. Bumi basah sejak jam tiga sore hingga malam menjelang. Tidak adanya tanda-tanda hujan akan berhenti, membuatku menghambur dan berbaur dengan hujan tatkala naik sepeda motor menuju stasiun. Aku tidak boleh melewatkan kereta Pasundan. Hingga akhirnya aku kebasahan, sedikit. Dan di sepanjang perjalanan … Continue reading Hujan Bulan Desember : Pulang

Teman Imaji : Hujan Bulan September

Aku menyukai tempat ini sejak dia masih dalam bayangan, ketika seorang teman perempuanku menceritakan sebuah tempat dengan kaca sebagai dindingnya. Seperti di bandara. Bedanya saat matahari hendak pulang ke rumahnya, yang kita dapati adalah kendaraan darat, bukan lapangan udara beserta pesawatnya. Di depan bangunan ini, di seberang jalan ada pemandangan parkiran mobil. Dan di jalan … Continue reading Teman Imaji : Hujan Bulan September

Ima dan Cerita Tentang Jogja

Hai, Ima. Adikku yang lainnya, yang sedang berada di Jogja. Feelingku kamu sehat. Dan semoga memang dalam keadaan sehat. 😉 Ima, suratku kali ini terbuka, tidak lewat email seperti biasanya. Aku meminta maaf, karena belum bisa membalas emailmu sebelumnya. Pekan ini aku kedatangan sahabatku dari Lamongan, namanya Dya. Seorang guru di SMK Muhammadiyah di Ngimbang. … Continue reading Ima dan Cerita Tentang Jogja

Langit

Aku sedang merindukan kalian malam ini, teramat rindu. Rasanya tak bisa kubendung lagi suara-suara itu. Semuanya berjejalan memenuhi langit-langit kamarku, hingga akhirnya kunyalakan leptopku dan kutulis sesuatu untukmu. Bisakah celotehan kecil ini mewakili semua rasaku? Tidak.

Satu : Saya dan Pencarian Buku

Sedari dulu, saya adalah orang yang punya rasa penasaran yang besar (menurut saya pribadi). Tapi selalu menyerah ketika menemui soal sulit Fisika. Saya angkat tangan kalau sudah disuruh menghitung berbagai macam gaya dan soal semisalnya. Pernah saya ujian Fisika dan nilai saya 4. Bulat. Tidak ada komanya. Mengenaskan. Jadi dulu, saya lebih suka Biologi daripada … Continue reading Satu : Saya dan Pencarian Buku

Sebuah Surat : Sebelum Berpisah

Andaikan kita mengirim surat lewat kantor pos, pasti kita akan saling menerima kertas kusam karna bekas air mata, dan berpulau – pulau karena basah semalam saat menulis. Penggalan kalimat itu kutulis empat tahun lalu. Ketika untuk terakhir kalinya di tahun 2013 aku mencium aroma Mahasiswa pada jas labku. Ketika untuk terakhir kalinya kulihat dirimu berlari … Continue reading Sebuah Surat : Sebelum Berpisah

Layang – layang

Sesampainya di Singosari aku menatap langit yang kelabu. Mendung tapi tidak hujan. Padahal sekali dua kali aku ingin merasakan hujan juga di kota ini. Hujan yang deras, sederas ingatanku pada setiap kalimat di tulisan itu. Entah kenapa setiap kalimatnya melekat erat, aku bisa mengulanginya saat ini tanpa harus membuka catatan lagi. Tulisan yang akhirnya nyata … Continue reading Layang – layang